Pemesanan
0812-9440-2849
0812-9440-2849
Toko Herbal Islami
Menu

30+ Penyebab Keputihan dan Cara Mengatasinya Agar Sembuh Total

Ini dia 30+ penyebab keputihan dan cara mengatasinya agar sembuh total tanpa menimbulkan efek samping dan masalah baru bagi kesehatan tubuh. Di internet memang banyak situs yang membahas apa saja yang dapat menimbulkan keputihan, akan tetapi kebanyakan menyebabkan kebingungan karena informasi tersebut hanya sebagian saja atau bahkan sekedarnya saja.

Nah, didalam artikel ini Anda akan memperoleh informasi terlengkap tentang faktor apa saja yang dapat memicu terjadinya keputihan pada wanita.

Apa Penyebab Keputihan Yang Berlebihan Pada Wanita?

 

Keputihan memang merupakan gangguan kesehatan organ kewanitaan yang dapat menjadi sangat berbahaya bagi wanita bila tidak ditangani secara serius terutama keputihan yang tidak normal. Sebab saat mengalami keputihan yang tidak normal akan timbul bau yang tidak sedap bahkan busuk, gatal yang tidak tertahankan, dan nyeri yang luar biasa pada perut serta organ intim. Selain itu keputihan juga dapat membuat wanita menjadi tidak percaya diri karena bau yang membuat minder dan merasa tidak nyaman saat berkumpul dengan banyak orang. Belum lagi gangguan gatal dan nyeri tersebut dapat mengganggu konsentrasi kerja atau aktifitas lainnya yang menyebabkan produktifitas ikut menurun drastis.

Jangan biarkan hal itu terjadi lakukan penanganan yang tepat dengan mempelajari lebih jauh apa penyebab keputihan yang dialami dan bagaimana cara mengatasinya. Berikut ini kami sajikan faktor apa saja yang dapat menyebabkan timbulnya keputihan serta bagaimana cara mengatasi masalah ini agar sembuh hingga keakar-akarnya.

Secara garis besar penyebab keputihan pada wanita dikelompokan menjadi 5 kelompok besar, yaitu:

  • Berdasarkan sumbernya
  • Berdasarkan tingkatan umur
  • Berdasarkan warnanya
  • Berdasarkan baunya
  • Faktor lainnya

Berikut ini penjelasan lengkapnya.

A. Berdasarkan Sumbernya

Mengetahui sumber yang dapat memicu terjadinya keputihan adalah langkah tepat bila ingin mencegah ataupun mengobati masalah ini.

Dengan mengetahuinya sumber penyebabnya, maka masalah keputihan yang ditakutkan sangat kecil kemungkinan dialami. Dan kalaupun Anda saat ini mengalami masalah keputihan, maka masalah ini dapat dengan mudah disembuhkan.

Caranya?

Ya, caranya hindari saja faktor-faktor yang menjadi sumber penyebab terjadinya masalah ini.

Faktor-faktor yang dapat memicu terjadinya keputihan berdasarkan sumbernya ada 4, yaitu:

  1. Makanan
  2. Bakteri
  3. Jamur
  4. Virus

Adapun penjelasan lengkapnya sebagai berikut:

1. Makanan Penyebab Keputihan yang Gatal dan Berbau

Memang tidak terbantahkan bila mengalami masalah keputihan adalah problem yang sangat ditakuti oleh kaum hawa. Karena dampak yang terjadi memang dapat menyebabkan berbagai gangguan serius pada wanita yang mengalami masalah ini.

Secara garis besar penyebab utama masalah ini ada 3, yaitu stress, kebersihan, dan makanan yang dikonsumsi.

Khusus makanan yang dapat menyebabkan timbulnya keputihan seringkali masih simpang siur. Sebab tidak sedikit mitos dan fakta yang berkembang ditengah masyarakat tentang jenis-jenis makanan yang dapat menyebabkan terjadinya keputihan pada wanita.

Secara garis besar ada 5 jenis makanan yang dapat menyebabkan keputihan, yaitu:

  1. Makanan manis
  2. Makanan kaleng
  3. Nanas
  4. Mentimun
  5. Gorengan

Secara lengkap kelima makanan yang dapat menyebabkan timbulnya keputihan tersebut adalah sebagai berikut:

#. Makanan Manis

Makanan yang rasanya manis karena didalamnya terkandung gula ataupun zat pemanis lainnya memang merupakan makanan yang sangat nikmat untuk dikonsumsi. Tentu setiap orang boleh mengkonsumsi makanan manis asalkan memang tidak ada diaknosis dokter yang melarangnya.

Namun, khusus untuk wanita sebaiknya mengurangi kebiasaan mengkonsumsi makanan yang mengandung gula secara berlebihan. Sebab berdasarkan penelitian para ahli terlalu banyak asupan makanan manis ke dalam tubuh dapat menyebabkan gangguan pada organ kewanitaan, yaitu munculnya lendir yang terasa gatal dan bau yang tidak sedap.

Gangguan pada organ kewanitaan tersebut terjadi karena bakteri didalamnya berkembang lebih pesat dari seharusnya. Perkembangan berlebihan tersebut terjadi karena asupan makanan manis yang dikonsumsi sudah terlalu banyak.

#. Makanan Kaleng

Makanan kaleng adalah makanan praktis yang mudah disajikan karena itu tidak heran digemari oleh kalangan yang memiliki waktu sedikit untuk masak. Selain itu rasanya juga memang lumayan nikmat saat dikonsumsi walau tanpa tambahan penyedap khusus.

Namun, sebaiknya Anda tidak mengkonsumsinya terlalu sering apalagi dikonsumsi setiap hari.

Mengapa?

Sebab gizi yang terkandung didalam makanan kaleng tidaklah sebaik makanan alami dan segar. Bagi kesehatan mengkonsumsinya secara rutin juga tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan, misalnya alergi dan keputihan.

Konsumsilah makanan kaleng secara bijak, yaitu hanya sekedar tambahan atau pendamping lauk dan sayuran segar lainnya. Dan kalaupun terpaksa mengkonsumsi makanan kaleng saja, pastikan itu hanya sesekali disaat memang tidak memungkinkan mengolah lauk dan sayuran lainnya.

Selain itu mengkonsumsi makanan alami dan segar umumnya lebih kecil kemungkinan mengalami keputihan dibandingkan makanan kaleng.

#. Nanas

Nanas adalah buah yang tidak asing lagi bagi sebagian orang. Terutama yang bermukim di Indonesia sebab nanas memang mudah ditemukan dan tidak jarang tumbuh dihalaman sekitar rumah.

Nanas cukup nikmat untuk dimakan, baik dimakan langsung atau diolah menjadi rujak. Paduan rasa asam manis membuat sensasi rasa khas buah Indonesia sangat terasa. Namun untuk wanita perlu berhati-hati saat mengkonsumsi nanas terutama bagi wanita hamil.

Mengapa?

Sebab nanas dapat menyebabkan gangguan pada janin yang ada dalam kandungan. Terutama saat dikonsumsi wanita yang sedang hamil muda umumnya rentan mengalami keguguran. Karena itulah menghindarinya saat sedang hamil terutama saat usia kehamilan masih baru adalah langkah bijak yang patut dilakukan.

Selain memiliki dampak buruk bagi wanita yang sedang hamil, nanas juga dapat menyebabkan produksi lendir pada vagina meningkat. Peningkatan produksi lendir akan menyebabkan bakteri juga ikut berkembang biak. Saat hal ini terjadi dapat menyebabkan Miss V mengalami masalah keputihan.

#. Mentimun

Jenis makanan lainnya yang tidak dianjurkan dikonsumsi dalam jumlah besar karena rentan menyebabkan wanita mengalami masalah keputihan yang bau dan gatal adalah mentimun.

Buah yang dapat langsung di makan tanpa diolah terlebih dahulu ini memang boleh dikonsumsi oleh semua wanita. Namun konsumsilah dalam jumlah yang proporsional agar tidak berdampak terhadap kesehatan organ kewanitaan, yaitu keputihan.

Untuk itu menghindari mengkonsumsi mentimun dalam jumlah besar sangat dianjurkan. Terutama saat dijadikan acar karena didalamnya akan dicampur dengan gula dan nanas yang dapat berdampak lebih buruk bagi kewanitaan.

#. Gorengan Dan Bumbu Pedas

Terlalu banyak mengkonsumsi gorengan memang sangat tidak anjurkan karena rentan menimbulkan berbagai masalah bagi kesehatan. Misalnya saja dapat menyebabkan batuk, sakit tenggorokan, pusing, peningkatan kolestrol, penyakit jantung, dan keputihan.

Gorengan memiliki dampak buruk bagi kesehatan karena didalamnya banyak terkandung minyak. Belum lagi kandungan tepung didalamnya kaya dengan karbohidrat. Saat mengkonsumsi gorengan dalam jumlah besar, maka karbohidrat juga ikut meningkat pesat. Nah, karbohidrat inilah yang memiliki pengaruh buruk terhadap kesehatan. Sebab peningkatan karbohidrat memicu meningkatnya gula dalam tubuh.

Untuk menetralisirkan dari berbagai masalah kesehatan terutama keputihan. Perbanyak minum air putih dan melakukan olahraga terutama setelah mengkonsumsi gorengan dalam jumlah besar.

Nah, itulah 5 jenis makanan yang merupakan sumber penyebab terjadinya keputihan. Berikutnya adalah bakteri yang dapat menyebabkan Miss V mengalami keputihan.

2. Bakteri Penyebab Keputihan Pada Wanita

Bakteri memiliki nama latin bacterium yang merupakan jamak dari bacteria. Termasuk dalam kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. Bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit, salah satunya penyakit keputihan.

Berikut ini 2 jenis bakteri yang dapat menimbulkan masalah keputihan.

#. Bakteri vaginosis

Bakteri vaginosis merupakan salah satu bakteri yang memicu terjadinya masalah keputihan pada wanita. Hal ini terjadi karena bakteri yang ada pada vagina jumlahnya meningkat, sehingga berdampak terhadap keseimbangan area kewanitaan itu sendiri.

Nah, saat Miss V mengalami keputihan akibat terkena penyakit keputihan, maka akan muncul lendir keabu-abuan dari wilayah kewanitaan yang diikuti dengan bau amis dan gatal.

Umumnya peningkatan jumlah bakteri vaginosis disebabkan oleh oral seks serta kebiasaan bergonta-ganti pasangan.

Adapun beberapa gejala yang sering terjadi saat mengalami keputihan yang disebabkan bakteri vaginosis diantaranya sebagai berikut:

  • Terjadi peningkatan lendir yang keluar dari Miss V dengan warna abu-abu ataupun putih.
  • Tercium bau busuk dan amis terutama bau akan semakin busuk bila selesai berhubungan intim.
  • Sebagian wanita yang mengalami masalah keputihan akibat infeksi bakteri vaginosis tidak ada gejalanya. Mereka langsung mengalami masalah ini dengan keluar lendir abu-abu yang gatal dan berbau busuk.
#. Trikomonas vaginalis

Trikomonas vaginalis adalah bakteri lainnya yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi pada kewanitaan dan masalah keputihan. Keputihan atau gangguan kewanitaan akibat bakteri ini dikenal luas dengan istilah trikomoniasis.

Gangguan pada kewanitaan akibat bakteri trikomonas vaginalis terjadi umumnya disebabkan oleh penularan dari penderitanya. Baik itu penularan secara tidak langsung, yaitu berhubungan intim dengan pria yang pasangannya mengidap trikomoniasis. Penularan juga dapat terjadi secara langsung bila bergonta ganti perlengkapan mandi (handuk) dengan penderita.

Secara umum gejala keputihan yang disebabkan oleh bakteri trikomonas vaginalis adalah sebagai berikut:

  • Vagina mengeluarkan lendir yang baunya tidak sedap.
  • Timbul gatal pada vagina yang kadang tidak tertahankan.
  • Perut terasa tidak nyaman terutama saat lendir keluar.

Nah, itulah bakteri yang dapat menyebabkan gangguan pada kewanitaan. Selanjutnya adalah masalah keputihan pada wanita yang disebabkan oleh jamur.

3. Jamur Penyebab Keputihan

Selain makanan dan bakteri penyebab lainnya yang dapat memicu munculnya penyakit keputihan adalah jamur.

Ada 2 jenis jamur yang merupakan penyebab terjadinya keputihan pada wanita, yaitu:

  • Jamur monilia
  • Jamur candida albicans

Saat mengalami peradangan kedua jamur ini akan menyebabkan timbulnya masalah pada kewanitaan, yaitu keputihan.

Penjelasan lengkap tentang kedua jenis jamur tersebut adalah sebagai berikut:

#. Jamur candida atau monilia

Jamur candida merupakan salah satu jenis jamur yang paling sering menyebabkan infeksi. Infeksi yang sering muncul terdapat dibagian mulut dan sekitar kelamin. Saat infeksi menyerang mulut akan menyebabkan sudut mulut pecah-pecah, rongga mulut kemerahan, dan tidak jarang kesulitan saat akan menelan makanan karena tenggorokan terasa sakit.

Bagaimana saat infeksi muncul di kelamin?

  • Saat infeksi terjadi pada wanita sekeliling Miss V akan terlihat memerah dan perih. Keputihan juga akan keluar berupa lendir menggumpal yang tidak jarang baunya amis bahkan busuk.
  • Begitu juga bila infeksi terjadi pada pria, umumnya pada penis akan muncul ruam merah, terasa gatal dan sensasi terbakar di ujung penis, dan tidak jarang tercium bau yang tidak sedap.

Tidaklah heran bila beberapa jurnal menyebutkan bila jamur candida adalah jamur penyebab keputihan no. 1 di dunia. Karena sebegitu besarnya dampak buruk bagi pria maupun wanita,

Siapa saja yang rentan mengalami masalah ini?

Infeksi jamur candida umumnya tidak terjadi pada semua wanita ataupun pria. Ada beberapa kondisi yang dapat membuat seseorang rentan mengalami masalah keputihan akibat terjadinya infeksi pada organ intim.

Adapun kondisi yang rentan mengalami masalah ini adalah sebagai berikut:

  • Saat hamil-wanita yang sedang hamil sangat rentan mengalami infeksi jamur candida karena kondisi kewanitaan memang kurang terawat serta kelembabannya juga lebih ekstrem dari kondisi normal.
  • Penderita kencing manis-pria maupun wanita yang mengalami masalah kecing manis juga rentan mengalami masalah keputihan akibat infeksi jamur candida.
  • Pengguna pil KB-beberapa wanita mengalami masalah kewanitaan akibat efek samping penggunaan pil KB. Ada baiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau bidan andalan Anda sebelum menggunakan pil KB apakah cocok untuk tubuh Anda atau tidak. Sebab saat tidak cocok dampak yang ditimbulkan benar-benar tidak menyenangkan.
  • Imun tubuh sedang turun-saat kondisi kesehatan tubuh sedang menurun akan membuat sistem pertahanan tubuh juga menurun. Tidak heran saat imunitas sedang drop jamur candida akan sangat mudah berkembang biak pada organ intim pria maupun wanita.

Sebagai catatan khusus perlu diwaspadai bila masalah keputihan terjadi pada ibu hamil karena sangat rentan menular pada bayi yang dikandungnya. Beberapa catatan medis menyebutkan saat ibu hamil mengalami keputihan resiko anak mengalami masalah yang sama sangatlah besar. Sebab saat masih dalam kandungan bayi secara tidak sengaja menelan cairan ibunya, sehingga jamur ini berkembang didalam tubuhnya.

#. Jamur candida albicans

Selain jamur monilia jenis jamur lainnya yang dapat menyebabkan timbulnya keputihan pada wanita adalah jamur candida albicans. Sebenarnya kedua jenis jamur ini masih dalam satu rumpun, yaitu sama-sama jamur candida. Namun sedikit terlihat berbeda dari gejala yang sering muncul.

Infeksi jamur candida albicans yang menyebabkan masalah kewanitaan terutama keputihan dikenal dengan istilah KVV atau kandidiasis vulvovaginalis.

Beberapa kondisi yang mudah mengalami masalah ini:

  • Kehamilan
  • Pemakaian pil kontrasepsi
  • Pemakaian kortikosteroid, dan
  • Penderita diabetes mellitus.

Secara klinis ada beberapa gejala yang sering terlihat saat mengalami masalah atau gangguan jamur candida albicans, yaitu sebagai berikut:

  • Gatal pada bibir dan permukaan vagina.
  • Timbul gatal yang tidak tertahankan.
  • Vulva sering lecet karena digaruk.
  • Keluar cairan kental berwarna putih seperti susu.
  • Nyeri saat berhubungan intim.

Nah itulah keputihan yang disebabkan oleh jamur. Berikutnya masalah keputihan yang disebabkan oleh infeksi virus.

4. Infeksi Virus

Keputihan yang terjadi akibat infeksi virus merupakan masalah keputihan yang terkait dengan kesehatan organ kewanitaan. Saat organ intim mengalami penyakit kelamin, maka biasanya keputihan juga ikut muncul.

Penyakit kelamin seperti condyloma, herpes, dan HIV/AIDS adalah virus utama pemicu keputihan jenis ini.

#. Condyloma

Condyloma adalah gangguan kesehatan pada organ kewanitaan yang ditandai dengan ciri-ciri tumbuhnya kutil-kutil kecil disekitar kewanitaan yang cairan didalamnya berbau busuk. Umumnya akan sangat berbahaya bila dialami oleh ibu hamil karena itu perlu diatisipasi sejak dini.

#. Virus Herpes dan HIV/AIDS

Penyakit lainnya yang dapat membuat Anda mengalami keputihan adalah virus herpes dan HIV/AIDS. Selain menimbulkan bau dan nyeri pada vagina, keputihan jenis ini juga rentan memicu timbulnya kanker serviks.

Itulah 4 penyebab keputihan berdasarkan sumber terjadinya masalah ini. Berikutnya masalah keputihan berdasarkan tingkatan umur.

B. Berdasarkan Tingkatan Umur

Selain berdasarkan sumbernya masalah keputihan juga dapa diketahui penyebabnya melalui kelompok umur. Dengan mengetahui penyebab berdasarkan kelompok umur umumnya akan lebih mudah melakukan penanganan terbaik.

Secara garis besar wanita yang mengalami keputihan berdasarkan kelompok umur di bagi menjadi 3, yaitu:

  • Keputihan pada wanita hamil
  • Keputihan pada wanita muda
  • Keputihan pada bayi dan anak

Secara lengkap akan dijelaskan satu persatu dibawah ini:

1. Wanita Hamil

Keputihan merupakan masalah kewanitaan yang sering dialami oleh semua wanita terutama saat sedang hamil. Dalam kondisi ini umumnya akan terjadi berbagai masalah kewanitaan.

Mengapa?

Sebab saat sedang mengandung wanita mengalami berbagai kondisi yang memicu terjadinya gangguan pada kewanitaan. Adapun kondisi tersebut adalah sebagai berikut:

  • Pada wanita hamil hormonal akan mengalami perubahan drastis. Perubahan drastis ini dapat memicu terjadinya keputihan.
  • Selain perubahan hormonal yang drastis, saat hamil Miss V juga akan mengalami peningkatan aliran darah yang lebih besar dari biasanya. Saat ini terjadi cairan pada vagina juga akan meningkat pesat.

Pada beberapa kasus diketahui bila cairan tersebut sebenarnya sangat baik untuk kesehatan karena dapat mencegah infeksi Miss V menuju rahim.

Namun perlu diingat tidak semua cairan yang keluar dari organ kewanitaan dapat memberikan dampak positif. Beberapa kondisi malah dapat memicu terjadinya masalah yang parah. Terlebih lagi saat hamil wanita jarang membersihkan kewanitaannya karena mengalami kesulitan saat akan membersihkan daerah intimnya.

#. Ciri-ciri Keputihan pada Ibu Hamil

Memang tidak bisa dipungkiri bila kebanyakan wanita di Indonesia cenderung kurang memperhatikan kondisi tubuhnya. Terlebih lagi kondisi yang berkaitan dengan organ kewanitaan bagi mereka hal ini masih sangat tabu karena itu tidak perlu perhatian khusus.

Sebenarnya hal ini tidaklah jadi masalah bila kondisi kewanitaan dalam kondisi normal, yaitu tidak menimbulkan gangguan serius pada kewanitaan. Adapun kondisi tersebut misalnya saja:

  • Lendir yang keluar dari Miss V berwarna bening keputihan.
  • Tidak menimbulkan bau busuk ataupun amis.
  • Tidak menyebabkan gatal.
  • Dan juga tidak menimbulkan nyeri.

Namun akan berbeda bila keputihan yang dialami dengan ciri dibawah ini:

  • Lendir atau cairan yang keluar dari kewanitaan berwarna kekuning-kuningan atau bahkan kehijauan.
  • Cairan keputihan yang keluar kental dan lengket.
  • Jumlah keputihan yang keluar juga tidak sedikit.
  • Timbul gatal pada miss V yang tidak tertahankan.
  • Timbul bau yang tidak sedap.
  • Sekita permukaan vagina berwarna merah.

Bila hal ini terjadi lakukan pengobatan dengan segera karena umumnya akan semakin parah dan dapat menimbulkan berbagai jenis masalah lainnya.

Adapun penyebab keputihan pada ibu hamil umumnya terjadi karena masalah berikut:

  • Infeksi kuman penyakit atau gangguan kehamilan merupakan penyebab terjadinya keputihan.
  • Infeksi yang disebabkan oleh jamur, bakteri, parasit, dan virus.
  • Jamur candida sp yang menyebabkan infeksi pada ibu hamil.
  • Bakteri trichomonas vaginalis yang menyebabkan vagina mengalami infeksi.
  • Bakteriosis vaginalis (BV).

Adapun ciri-ciri keputihan yang terjadi saat kehamilan adalah sebagai berikut:

  • Cairan yang keluar berwarna putih keabu-abuan.
  • Tercium bau yang tidak sedap dari vagina.
  • Bagian perut atau area kewanitaan sering nyeri dan kram.

2. Wanita Muda Yang Belum Menikah

Tidak sedikit wanita muda yang belum menikah mengalami masalah keputihan pada organ kewanitaannya. Hal ini tentu bukanlah hal yang aneh karena memang wanita mudah juga rentan terkena masalah keputihan.

Namun tentunya sumber masalahnya berbeda dengan wanita hamil yang terjadi karena faktor dari dalam tubuhnya. Keputihan pada gadis sering terjadi karena sering memegang alat kelamin padahal tangan sedang dalam kondisi tidak bersih.

Berikut ini beberapa kondisi yang seringkali menyebabkan wanita yang belum menikah mengalami masalah keputihan.

#. Menggunakan celana dalam bersama-sama

Penggunaan celana dalam secara bersama-sama dengan adik, kakak, ataupun teman akrab adalah hal yang memang tidak dianjurkan. Kondisi ini dapat menyebabkan gatal dan berbagai gangguan lainnya. Terlebih lagi penularan penyakit berbahaya seperti keputihan dapat terjadi dengan sangat cepat.

#. Menggunakan celama dalam kekecilan

Tidak sedikit wanita muda yang mengalami masalah keputihan dari hal yang sebenarnya sangat sepele. Salah satunya adalah kebiasaan buruk yang senang menggunakan celana dalam kekecilan. Memang hal ini terlihat biasa saja dan tidak menimbulkan masalah wanita. Namun sebenarnya penggunaan celana kekecilan adalah sumber penyebab utama terjadinya keputihan pada wanita sebelum meningkah.

Adapun dampak yang dapat terjadi bila Anda menggunakan celana dalam kekecilan adalah sebagai berikut:

  • Pergantian udara pada organ kewanitaan tidak berjalan dengan semestinya karena celana dalam yang kekecilan dapat menghambat pergantian tersebut.
  • Celana dalam yang kekecilan rentan menyebabkan vagina menjadi basah dan lembab.
  • Bakteri dan jamur pada vagina akan berkembang biak dengan subur karena memang mereka menyukai tempat seperti ini.

Mulai sekarang gunakanlah celana dalam yang tidak kekecilan agar kesehatan organ kewanitaan senantiasa terjaga.

#. Kurang menjaga kebersihan

Memang bukanlah rahasia lagi bila wanita pada umumnya lebih mengutamakan penampilan dari pada bagian kewanitaan. Sebab kebanyakan memiliki anggapan yang kurang tepat bahwa bagian kewanitaan tidak terlihat, sehingga tidak memerlukan perawatan setelaten wajah.

Padahal kedua bagian ini memiliki kebutuhan perawatan yang sama pentingnya. Dan bahkan kewanitaan seharusnya menjadi prioritas utama yang sangat penting bagi wanita. Sebab area kewanitaan adalah mahkota Anda yang menjadi sumber kenikmatan dan kepuasan pasangan tercinta.

Saat bagian kewanitaan kurang di rawat dapat menyebabkan bagian ini menjadi kotor, sehingga sangat rentan mengalami berbagai masalah kesehatan salah satunya keputihan. Karena itu rawatlah secara telaten dan teratur agar kesehatannya senantiasa terjaga.

Selain itu sangat disarankan agar menyiram air dari bagian depan kearah belakang dan usahakan tinja tidak masuk ke vagina.

#. Menggunakan peralatan mandi bersama-sama

Tahukah Anda peralatan mandi yang digunakan sehari-hari, misalnya handuk merupakan sumber tempat bersarangnya kuman dan penyakit. Apalagi bila handuk tersebut hanya dijemur didalam rumah tanpa dipanaskan akan menyebabkan handuk menjadi lembab.

Belum lagi bila handuk tersebut digunakan secara bersama-sama. Dan ternyata yang menggunakannya mengalami masalah keputihan, maka secara tidak langsung penyakit tersebut akan tersebar melalui handuk yang digunakan.

#. Pemilihan pembalut yang tidak tepat

Pemilihan pembalut yang tepat adalah hal yang sangat diperhatikan oleh wanita bila ingin vagina senantiasa terjaga kesehatannya.

3. Bayi dan Anak

Keputihan pada bayi dan anak sebenarnya bukanlah masalah yang parah seperti keputihan pada wanita dewasa. Namun bila dibiarkan tanpa penanganan khusus akan menyebabkan masalah ini menjadi penyakit permanen yang terus menjangkiti hingga dewasa.

Penyebab keputihan pada bayi dan anak sendiri terdiri dari 2, yaitu:

#. Faktor Endogen

Faktor endogen adalah keputihan pada wanita yang berasal dari dalam vagina itu sendiri. Misalnya karena perkembangan vagina belum sempurna, bulu halus yang berfungsi sebagai pelindung belum tumbuh, letak lobang miss V dengan anus masih sangat dekat sehingga rentan terkena kontaminasi.

#. Faktor Eksogen

Faktor lainnya yang dapat menyebabkan timbulnya keputihan pada wanita infeksi dari bakteri, parasit, jamur, dan cacing.

Itulah sumber penyakit keputihan berdasarkan tingkatan umur. Selanjutnya penyebab keputihan berdasarkan warnanya.

C. Keputihan Berwarna

Keputihan memang merupakan masalah yang perlu diwaspadai oleh wanita sebab dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Tidak jarang saat terkena masalah ini terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Untuk mengetahui berbagai kondisi dan penyebab keputihan pada wanita dapat dilakukan dengan cara mengecek warna keputihan keluar. Sebab pada umumnya warna tersebut dapat menjadi titik terang terhadap masalah yang sedang dialami.

Adapun penyebab keputihan berdasarkan warnanya tersebut adalah sebagai berikut.

1. Keputihan Berwarna Hijau

Bila lendir atau cairan keputihan yang keluar dari organ kewanitaan Anda berwarna hijau, maka hal ini perlu diwaspadai. Apalagi bila cairan tersebut jumlahnya tidak sedikit.

Mengapa?

Sebab umumnya keputihan berwarna hijau yang keluar dalam jumlah besar memiliki dampak buruk bagi kesehatan. Seperti gatal, nyeri, dan bahkan terasa panas dibagian kewanitaan.

Adapun penyebab keputihan berwarna hijau adalah infeksi bakteri trichomonas vaginalis.

2. Keputihan Berwarna Coklat

Keputihan berwarna coklat merupakan keputihan yang terjadi karena mendekati datangnya haid. Beberapa wanita disebabkan karena mendekati masa menopause. Warna keputihan yang terlihat biasanya akan berwarna coklat tua atau coklat muda. Warna coklat ini terjadi karena terjadi pendarahan pada dinding rahim atau endometrium yang biasanya akan terjadi sebelum haid datang atau bisa juga terjadi diakhir siklus menstruasi.

Selain penyebab yang diatas, berdasarkan informasi yang kami kutip dari AloDokter (Rabu, 24/02/2016) keputihan berwarna coklat dapat disebabkan oleh faktor berikut ini:

  • Terjadi pendarahan yang disebabkan implantasi janin.
  • Atrofi vaginitis.
  • Penyakit menular seksual.
  • Polip rahim.
  • Penyakit inflamasi panggul.
  • Gejala kanker serviks.

3. Keputihan Berwarna Kuning

Selain keputihan berwarna coklat ada juga keputihan yang berwarna kuning. Keputihan jenis ini menyebabkan timbulnya busa, gatal, dan tidak jarang terasa nyeri dibagian lobang vagina.

Dalam kondisi normal keputihan berwarna kuning terjadi sebelum atau sesudah menstruasi datang. Namun akan berbeda bila terjadi gangguan yang merupakan gejala vaginitis, maka tidak hanya warnanya saja yang berubah, akan tetapi akan muncul gatal, bau amis, dan nyeri seperti ditusuk-tusuk.

4. Keputihan Berwarna Putih Susu

Keputihan berwarna putih susu adalah keputihan yang disebabkan oleh jamur candida albincans. Adapun ciri-ciri saat mengalami keputihan yang disebabkan oleh jamur ini adalah sebagai berikut:

  • Lendir atau cairan keputihan yang keluar berwarna putih susu.
  • Jumlah cairan yang keluar sangat banyak.
  • Tercium bau yang tidak sedap, yaitu bau apek.
  • Beberapa kondisi membuat air kecil terasa panas bahkan sakit.
  • Gatal-gatal yang tidak tertahankan juga sering terjadi.

5. Keputihan Berwarna Kuning Kehijauan

Keputihan berwarna kuning kehijauan merupakan salah satu keputihan yang sangat mengganggu bagi wanita sebab penderita akan merasakan gatal dan perih pada vagina. Belum lagi bau yang busuk yang benar-benar sangat mengganggu.

Adapun penyebab keputihan berwarna kuning kehijauan dapat terjadi karena infeksi parasit trichomonas vaginalis. Beberapa kasus disebabkan oleh infeksi oleh jamur (semisal candida), atau vaginitis inflamatorik (tanpa penyebab yang jelas).

Adapun ciri-ciri keputihan yang berwarna kuning kehijauan biasanya sebagai berikut:

  • Keluar lendir atau cairan keputihan berwarna kuning kehijauan dengan busa yang sangat banyak.
  • Menimbulkan gatal yang luar biasa tanpa dapat ditahan.
  • Mengeluarkan bau yang tidak sedap dan kadang berbau busuk.

6. Keputihan Berwarna Kuning Kental

Keputihan berwarna kuning kental merupakan gangguan kewanitaan yang disebabkan oleh kuman Gonorea atau biasa dikenal juga istilah Raja Singa. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit kelamin yang perkembangannya sangat cepat karena disebarkan melalui hubungan kelamin.

Adapun ciri-cirinya adalah sebagai berikut:

  • Mengeluarkan cairan kuning kental.
  • Cairan yang keluar jarang yang sedikit dan bahkan sangat banyak.
  • Vagina akan terasa panas, gatal, dan sakit terutama saat buang air kecil.

7. Keputihan Berwarna Hijau Muda

Keputihan berwarna hijau muda adalah keputihan yang dapat mengganggu kesehatan. Sebab keputihan jenis ini merupakan masalah kewanitaan yang tergolong parah. Saat dalam kondisi ringan cairan yang keluar hanya berwarna kuning saja.

Adapun penyebabnya adalah jamur, bakteri, dan virus. Untuk memastikan penyebabnya dapat dilakukan pemeriksaan secara intensif ke dokter kandungan.

8. Keputihan Berwarna Merah

Keputihan berwarna merah termasuk dalam keputihan yang tidak normal. Keputihan jenis ini dapat disebabkan oleh banyak faktor. Misalnya karena iritasi atau mikrolesi (luka kecil), akibat trauma (garukan, gesekan,dll), infeksi, gejala penyakit kista ovarium, dan tidak jarang juga akibat mengalami penyakit kanker serviks.

Sebaiknya lakukan pemeriksaan secara medis ke ahli kandungan atau penyakit dalam. Tujuannya agar dapat dipastikan masalah apa yang sedang terjadi pada organ kewanitaan Anda, sehingga dapat diambil langkah-langkah penanganan terbaik.

Berikutnya keputihan berdasarkan baunya.

D. Berdasarkan bau yang tercium

Miss V yang sehat memang memiliki bau yang sangat khas. Namun bukan berarti bau tersebut amis apalagi busuk. Apa penyebab keputihan berbau? berikut informasi lengkapnya.

1. Keputihan Berbau Busuk

Keputihan yang berbau busuk merupakan keputihan yang tidak normal. Sebab tidak hanya menimbulkan bau saja, akan tetapi juga menimbulkan gatal dan sakit. Belum lagi merupakan indikasi atau gejala awal terjadinya masalah kewanitaan yang lebih parah lagi, misalnya kanker serviks, tumor jinak, atau tumor ganas.

2. Keputihan Berbau Amis

Awalnya keputihan yang menyebabkan infeksi bakteri pada vagina memang sulit untuk diketahui secara pasti. Namun sekarang sudah sangat mudah dibedakan, yaitu melalui baunya. Saat keputihan menimbulkan bau amis, maka bisa dipastikan organ intim wanita sedang bermasalah. Umumnya terjadi karena disebabkan oleh infeksi pada vagina.

E. Faktor Lainnya

1. Keputihan Yang Gatal

Keputihan yang gatal dapat disebabkan infeksi jamur candida albicans. Ciri-cirinya sebagai berikut:

  • Keputihan yang keluar berbentuk cairan putih encer.
  • Menimbulkan bau apek.
  • Sulit buang air kecil kalau dipaksakan akan terasa panas.

Selain jamur masalah keputihan yang gatal juga dapat disebabkan oleh parasit trichomonas vaginalis.

2. Keputihan Menggumpal

Keputihan yang menggumpal merupakan keputihan yang tidak normal. Sebab tidak hanya warnanya saja yang berbeda, akan tetapi juga menimbulkan gatal, sakit, dan nyeri kewanitaan.

Adapun penyebab keputihan berwarna merah karena infeksi jamur, bakteri, parasit, atau virus. Agar tidak semakin parah atau menimbulkan masalah kesehatan yang lebih parah segera atasi jangan tunda lagi.

3. Keputihan Kental

Keputihan yang kental merupakan masalah kewanitaan yang disebabkan oleh virus trichomonas vaginalis. Keputihan jenis ini dapat terjadi karena tertular oleh penderita lainnya melalui perantara hubungan intim, bibir closet duduk, dan perlengkapan mandi, misalnya handuk.

Adapun ciri-ciri keputihan kental yang disebabkan oleh virus trichomonas vaginalis adalah sebagai berikut:

  • Lendir keputihan yang keluar sangat kental.
  • Warnanya adalah kuning atau hijau dan bisa juga kuning kehijauan.
  • Lendir yang keluar juga terlihat berbuih.
  • Bau yang tercium juga sangat tidak nyaman karena berbau anyir.

Perlu diketahui keputihan yang kental ini tidak menyebabkan gatal, akan tetapi saat tertekan atau sengaja ditekan akan menimbulkan rasa sakit.

4. Keputihan Terus Menerus

Beberapa wanita mengalami masalah keputihan yang terjadi terus menerus. Dan bahkan sudah terjadi sejak masih duduk dibangku sekolah menengah pertama atau SMP. Padahal tidak sedikit yang sudah melakukan berbagai penanganan, baik itu dengan menggunakan obat tradisional yang diolah sendiri maupun obat-obatan yang banyak beredar dipasaran.

Tentu masalah yang terus menerus seperti ini bukanlah hal yang menyenangkan, terlebih lagi keputihan memang menyebabkan berbagai masalah bagi wanita.

Berikut ini beberapa faktor yang menjadi penyebab mengapa Anda mengalami keputihan terus menerus.

#. Kurang Menjaga Kebersihan Terutama Vagina

Seorang wanita memang haruslah senantiasa menjaga kebersihan tubuhnya. Sebab selain berkaitan erat dengan penampilan dan kecantikan juga berperan besar dalam kesehatan tubuh. Saat kebersihan tubuh terjaga, maka tubuh akan senantiasa terjaga kesehatannya. Salah satunya adalah kebersihan vagina yang akan menyebabkan daerah ini terbebas dari penyakit keputihan.

Penyakit keputihan pada wanita memang dapat terjadi karena kurang menjaga kebersihan organ kewanitaannya. Sebab organ kewanitaan yang tidak terawat dengan baik akan menyebabkan daerah ini menjadi lembab. Dan daerah kewanitaan yang lembab akan menyebabkan virus dan bakteri berkembang biak. Saat hal ini terjadi, maka vagina akan mengalami masalah keputihan yang gatal dan bau.

Bila Anda ingin terhindar dari gangguan keputihan yang membandel, maka rawatlah dengan baik miss V anda agar senantiasa terjaga kebersihan dan kelembabannya.

P.S. Ingat virus, bakteri, dan jamur sangat menyukai dan berkembang biak dengan subur didaerah kewanitaan yang lembab serta tidak terjaga kebersihannya.

Seperti yang kita ketahui, berbagai macam bakteri dan jamur akan tumbuh subur ketika organ kewanitaan lembab dan tidak bersih

#. Stres Sebabkan Keputihan Terus Menerus

Otak merupakan pusat segala kontrol dalam sistem kerja diseluruh tubuh. Saat otak mengalami masalah umumnya bagian lain akan ikut mengalami dampak dari gangguan tersebut. Salah satu dampak yang dapat terjadi adalah saat reseptor otak berada dalam kondisi stress. Kondisi ini akan menyebabkan perubahan hormon-hormon dalam tubuh. Perubahan hormon akan memicu munculnya masalah keputihan.

Ada baiknya Anda meluangkan waktu sejenak untuk menenangkan diri agar kembali rileks bila stress yang dialami karena padatnya rutinitas kerja. Bila disebabkan oleh faktor lainnya, maka segera atasi masalah tersebut hingga tuntas agar keputihan tidak terus menerus terjadi.

Berikutnya bagaimana cara mengatasi keputihan yang dialami agar sembuh total dengan menggunakan obat keputihan terbaik.

#. Bagaimana Cara Mengatasi Keputihan?

Untuk Anda yang mengalami masalah keputihan dapat mengatasinya dengan menggunakan ladyfem. Produk terbaik rekomendasi pakar seksologi ternama di tanah air, yaitu Boyke Dian Nugraha. Dengan menggunakan produk ini masalah keputihan yang membandel akan tuntas hingga keakar-akarnya. Ladyfem juga dapat mengatasi berbagai masalah kewanitaan lainnya.

Selain memiliki kualitas yang sangat dahsyat, ladyfem juga merupakan obat keputihan yang terbukti sangat aman digunakan tanpa menimbulkan efek samping bagi kesehatan tubuh. Dapatkan produk hebat tersebut disini: Ladyfem Herbal Terbaik Rekomendasi Boyke.

Baik rekan nita semuanya, itulah 30 lebih penyebab keputihan pada wanita yang dapat terjadi karena berbagai kondisi. Dan juga solusi terbaik bagaimana cara mengatasi keputihan agar dapat sembuh total. Semoga informasi ini dapat membantu Anda untuk menghindari masalah ini ataupun menuntaskannya dengan cepat dan aman.

Produk terbaru

Rp 50.000
Order Sekarang » SMS : 0812-9440-2849
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeMDU002
Nama BarangMadu Hutan Asy Syifaa’u+Bee Pollen 0.5 kg
Harga Rp 50.000
Lihat Detail
Rp 90.000
Order Sekarang » SMS : 0812-9440-2849
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeMDU001
Nama BarangMadu Hutan Asy Syifaa’u+Bee Pollen 1 Kg
Harga Rp 90.000
Lihat Detail
Rp 85.000
Order Sekarang » SMS : 0812-9440-2849
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeMDU097
Nama BarangMadu Penyubur Kandungan al Mabruroh Yang Asli
Harga Rp 85.000
Lihat Detail
Rp 90.000
Order Sekarang » SMS : 0812-9440-2849
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeMDU109
Nama BarangMadu Kuat Indrajit
Harga Rp 90.000
Lihat Detail